Development of Medan’s public transport system: 21-kilometer bus lane scheduled to launch in 2027
The city of Medan is undergoing a transformation through the development of a public transport system designed to improve public mobility and reduce traffic congestion within the city.
A key component of this transformation is the construction of a bus corridor in Medan, featuring a dedicated 21-kilometer lane.
LATEST NEWS: Samsat Berkah offers nighttime motor vehicle tax payment
This project is part of the development of a Bus Rapid Transit (BRT) system and other services that will connect the Mebidang urban area—comprising Medan, Binjai, and Deli Serdang.
The development plan outlines a transport system featuring 32 stops along the main route, 696 stops outside the main route, and a fleet of 527 buses serving the Mebidang area.
This transport network is expected to offer a more comfortable, integrated, and efficient alternative for people commuting daily between these areas.
With the dedicated bus lane, travel times are expected to become more predictable, as buses will no longer be entirely dependent on traffic congestion caused by private vehicles.
LATEST NEWS: The New IWAKUM Board for the 2026–2028 Term
In addition to improving connectivity, the development of public transport contributes to creating a more modern and sustainable urban system.
Residents of Medan and the surrounding areas eagerly anticipate the changes this project will bring to their daily mobility. If everything proceeds according to plan, the BRT and other bus services are expected to launch in 2027.
This project also marks a step toward transforming Medan from a city heavily reliant on private vehicles into one with a more integrated public transport system.
Medan is taking on a new look. Public transport is an essential part of the journey towards a more connected, modern, and comfortable city for its residents. ***tok
Pembangunan Sistem Transportasi Massal Kota Medan : Busway 21 Kilometer Ditargetkan Beroperasi pada 2027
Kota Medan tengah menuju wajah baru melalui pembangunan sistem transportasi massal yang diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi kemacetan di kawasan perkotaan.
Salah satu proyek yang menjadi bagian penting dari transformasi tersebut adalah pembangunan busway Medan dengan jalur khusus sepanjang 21 kilometer.
Proyek ini dirancang sebagai bagian dari pengembangan sistem Bus Rapid Transit (BRT) dan layanan non-BRT yang akan menghubungkan kawasan metropolitan Mebidang, meliputi Medan, Binjai, dan Deli Serdang.
Dalam rencana pengembangannya, sistem transportasi ini akan didukung oleh 32 halte on corridor, 696 halte off corridor, serta 527 unit bus yang nantinya melayani masyarakat di kawasan Mebidang.
Kehadiran jaringan transportasi tersebut diharapkan memberikan alternatif mobilitas yang lebih nyaman, terintegrasi, dan efisien bagi masyarakat yang setiap hari melakukan perjalanan antarkawasan.
Dengan adanya jalur khusus bus, waktu perjalanan diharapkan dapat menjadi lebih terukur karena bus tidak sepenuhnya bergantung pada kepadatan lalu lintas kendaraan pribadi.
Selain meningkatkan konektivitas, pengembangan transportasi massal juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem perkotaan yang lebih modern dan berkelanjutan.
Masyarakat Medan dan kawasan sekitarnya kini menantikan bagaimana proyek tersebut akan mengubah pola mobilitas sehari-hari. Jika berjalan sesuai target, layanan BRT dan non-BRT tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
Proyek ini sekaligus menjadi salah satu langkah menuju perubahan wajah Kota Medan—dari kota yang sangat bergantung pada kendaraan pribadi menuju kota dengan sistem transportasi publik yang semakin terintegrasi.
Medan menuju wajah baru. Transportasi publik menjadi bagian penting dari perjalanan menuju kota yang lebih terkoneksi, modern, dan nyaman bagi masyarakat. ***tok











