LAN Medan: Comprehensive review of the Medan municipal bureaucracy: keep drugs out!

Latest Cuan1 Dilihat
Editor’s Note
  • LAN Medan: Comprehensive review of the Medan municipal bureaucracy: keep drugs out!
  • “This is a loud alarm call for the mayor!”
  • LAN’s strong appeal to the Mayor of Medan
  • “If this continues, don’t blame the community!”
  • Dismantle the network; don’t just arrest the perpetrators on the spot
  • Insist on an adequate prevention budget

LAN Medan: Comprehensive review of the Medan municipal bureaucracy: keep drugs out!

The Medan City Anti-Drug Agency (LAN) has officially spoken out and taken a firm stance following the arrest of a neighborhood head (Kepling)—identified as FAP in Medan’s Maimun district—by the Medan Police narcotics unit.

For LAN, this is no ordinary arrest. When a public official is involved in drug trafficking, alarm bells regarding the integrity of the bureaucracy must ring immediately. LAN urges the Medan city administration (Pemko) not only to dismiss the individual involved but to conduct a thorough, end-to-end review.

LATEST NEWS: The shipping route through the Strait of Malacca offers a strategic opportunity for North Sumatra

“This is a loud alarm call for the mayor!”

The head of LAN Medan, Ariffani (SH, MH), stated that the FAP case should serve as a prompt for Medan Mayor Rico Waas to improve the internal oversight system.

“This is not just an ordinary case. It serves as a stern warning to the Mayor of Medan. When officials from the Medan city administration are repeatedly implicated in drug-related cases, the response should not be limited to merely dismissing or prosecuting individuals. The system itself must be dismantled and evaluated! How are the recruitment, selection, appointment, training, and supervision processes conducted for neighborhood heads (Kepling), village heads (Lurah), district heads (Camat), and even regional government officials?” stated Ariffani.

According to him, if similar problems persist, the government cannot afford to turn a blind eye to systemic weaknesses. Much like cleaning a floor, the government needs to identify the source of the dirt rather than simply sweeping it away.

LATEST NEWS: Development of Medan’s public transport system: 21-kilometer bus lane scheduled to launch in 2027

LAN’s firm demands of the Mayor of Medan

To ensure that Medan municipal officials are truly free from drugs, LAN puts forward four concrete demands to the mayor:

1. Decisive action without favoritism

LAN calls on the Medan municipal government to take firm administrative and personnel-related measures should FAP be legally found guilty.

“There must be no preferential treatment simply because someone holds a certain position or has close ties to those in power. Drugs are the enemy of the people and have no place in government,” said Ariffani.

2. Comprehensive audit of the recruitment of neighborhood heads, village heads, and district officials

LAN urges an evaluation of the recruitment and selection procedures for public offices. The process for filling vacancies must prioritize:

· Integrity and track record,
· Competence,
· Transparent governance,
· Strict oversight mechanisms,
· And mandatory drug testing.

“Public office is not a political gift, nor a position to be handed out as a favor. An office is a public responsibility,” emphasized Ariffani.

LATEST NEWS: Gold prices under pressure, but support at $4,300 remains crucial

3. Periodic and unannounced urine and hair tests

LAN encourages the Medan municipal government to collaborate with the National Narcotics Agency (BNN) and law enforcement agencies to conduct routine and random drug tests at all levels—from public officials, district administrators, and village heads to neighborhood leaders.

LAN also recommends the use of hair tests as a supplementary method, as they can detect drug exposure over a longer period than urine tests.

4. Launching a “Pemko Medan BERSINAR” movement

LAN proposes a flagship program titled PEMKO MEDAN BERSINAR (Medan City Free from Narcotics). This program should involve the municipal government, the National Narcotics Agency (BNN), the police, educational institutions, community leaders, and civil society organizations, focusing on clear indicators: prevention, early detection, rehabilitation, and decisive action.

“If the problem persists, do not place the blame solely on the community!”

LAN Medan City reminds us that combating drugs cannot be the sole responsibility of the police and the BNN. The local government bears a significant responsibility for creating a bureaucracy free from drugs.

“If cases like this keep recurring, do not simply pin the blame on individuals. The question is: are our selection and oversight systems actually up to scratch? If problems arise repeatedly, it serves as a warning to the board,” Ariffani emphasized.

LAN also requested that the public be given the opportunity to report suspected drug use within the system, while upholding the presumption of innocence.

Dismantle the network; do not just arrest street-level offenders

LAN urged law enforcement not to stop at arresting users or street-level offenders. If investigations point to a larger network, suppliers, dealers, kingpins, and even those protecting them must be tracked down and prosecuted according to the law.

“We fully support the authorities in dismantling drug networks right down to the roots. Don’t stop at the street level. If there is a network, dismantle it. If there is a supplier, prosecute them. If there is someone protecting them, prosecute that person according to the law,” concluded Ariffani.

LATEST NEWS: PT TPL suspected of corruption involving transfer pricing and under-invoicing of pulp exports to various countries

Promote an adequate prevention budget

Finally, LAN stated that the Medan municipal government must strengthen its prevention policy with adequate budgetary support. Allocations from the regional budget (APBD) for drug prevention and control programs must be tangibly increased, with a focus on young people and the community.

“We shouldn’t talk about a war on drugs when the budget for prevention and community development is minimal. We want Medan to be truly drug-free, not just an example on a banner!” ***obs

 

google translate

 

Catatan Redaksi
  • LAN Medan : Evaluasi Total Birokrasi Pemko Medan, Jangan Biarkan Narkoba Masuk!
  • “Ini Alarm Keras untuk Walikota!”
  • Desakan Keras LAN Untuk Wali Kota Medan
  • “Kalau Terus Berulang, Jangan Salahkan Masyarakat Saja!”
  • Bongkar Jaringan, Bukan Hanya Tangkap Pelaku di Lapangan
  • Dorong Anggaran Pencegahan yang Memadai

LAN Medan : Evaluasi Total Birokrasi Pemko Medan, Jangan Biarkan Narkoba Masuk!

Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kota Medan resmi angkat bicara dan mengambil sikap tegas menyusul penangkapan oknum Kepala Lingkungan (Kepling) berinisial FAP di Kecamatan Medan Maimun oleh Satresnarkoba Polrestabes Medan.

Bagi LAN, kasus ini bukan sekadar penangkapan kriminal biasa. Ketika seorang pemegang jabatan publik tersangkut narkotika, maka alarm integritas birokrasi harus segera berbunyi. LAN pun mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk tidak berhenti pada pemecatan oknum, melainkan melakukan evaluasi menyeluruh dari hulu ke hilir.

“Ini Alarm Keras untuk Walikota!”

Ketua LAN Kota Medan, Ariffani, SH, MH, menyatakan bahwa kasus FAP harus menjadi momentum bagi Walikota Medan, Rico Waas, untuk membenahi sistem pengawasan internal.

“Ini bukan hanya sebuah kasus. Ini Alarm Keras bagi Walikota Medan. Kalau aparatur Pemko Medan berulang kali tersandung narkotika, jangan hanya pecat atau proses oknumnya. Bongkar dan evaluasi sistemnya! Bagaimana proses rekrutmen, seleksi, pengangkatan, pembinaan dan pengawasan terhadap Kepling, Lurah, Camat hingga pejabat OPD?” tegas Ariffani.

Menurutnya, jika persoalan serupa terus berulang, maka pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap adanya kelemahan sistemik. Ibarat membersihkan lantai, pemerintah harus mencari tahu dari mana kotoran itu masuk, bukan sekadar menyapu bersih.

Desakan Keras LAN Untuk Wali Kota Medan

Untuk memastikan aparatur Pemko Medan benar-benar bersih dari narkoba, LAN mengajukan empat tuntutan konkret kepada Walikota:

1. Tindakan Tegas Tanpa Pandang Bulu

LAN meminta Pemko Medan mengambil tindakan administratif dan kepegawaian secara tegas jika FAP terbukti bersalah secara hukum.

“Jangan ada perlakuan istimewa hanya karena seseorang memakai jabatan atau memiliki kedekatan dengan kekuasaan. Narkotika adalah musuh masyarakat dan tidak boleh mendapatkan ruang di dalam pemerintahan,” ujar Ariffani.

2. Audit Total Rekrutmen Kepling, Lurah, dan Camat

LAN mendesak evaluasi mekanisme rekrutmen dan seleksi jabatan publik. Proses pengisian jabatan harus mengedepankan:

· Integritas dan rekam jejak,
· Kompetensi,
· Administrasi yang transparan,
· Mekanisme pengawasan yang ketat,
· Serta pemeriksaan narkotika sesuai hukum.

“Jabatan publik bukan hadiah politik, bukan tempat menitipkan orang. Jabatan adalah amanah masyarakat,” tandas Ariffani.

3. Tes Urine dan Tes Rambut Berkala & Mendadak

LAN mendorong Pemko Medan bekerja sama dengan BNN dan aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan narkotika secara rutin maupun insidental terhadap seluruh jajaran, mulai dari pejabat OPD, Camat, Lurah, hingga Kepling.

LAN juga merekomendasikan penggunaan tes rambut sebagai metode tambahan, karena mampu mendeteksi paparan narkotika dalam rentang waktu yang lebih panjang dibandingkan tes urine.

4. Bentuk Gerakan “Pemko Medan BERSINAR”

LAN mengusulkan program unggulan bertajuk PEMKO MEDAN BERSINAR (BERSIH DARI NARKOTIKA). Program ini harus melibatkan Pemko, BNN, Polrestabes, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan ormas dengan indikator jelas: pencegahan, deteksi dini, rehabilitasi, hingga penindakan tegas.

“Kalau Terus Berulang, Jangan Salahkan Masyarakat Saja!”

LAN Kota Medan mengingatkan bahwa pemberantasan narkotika tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian dan BNN. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan birokrasi yang bersih.

“Kalau kasus seperti ini terus berulang, jangan hanya mengatakan bahwa itu ulah oknum. Pertanyaannya adalah: apakah sistem seleksi dan pengawasan kita sudah benar? Jika berkali-kali muncul masalah, ini sudah menjadi WARNING terhadap tata kelola pemerintahan,” tegas Ariffani.

LAN juga meminta masyarakat diberi ruang partisipasi untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan narkotika di lingkungan aparatur, tentu dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

Bongkar Jaringan, Bukan Hanya Tangkap Pelaku di Lapangan

LAN juga mendesak aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada pengguna atau pelaku yang tertangkap. Jika dalam penyidikan ditemukan indikasi jaringan yang lebih luas, maka pemasok, pengedar, bandar, hingga pihak yang melindungi harus ditelusuri dan diproses sesuai hukum.

“Kami mendukung penuh aparat untuk membongkar jaringan narkotika sampai ke akar-akarnya. Jangan berhenti di lapangan. Kalau ada jaringan, bongkar jaringannya. Kalau ada pemasok, kejar pemasoknya. Kalau ada yang melindungi, proses sesuai hukum,” pungkas Ariffani.

Dorong Anggaran Pencegahan yang Memadai

Di akhir pernyataannya, LAN menilai Pemko Medan harus memperkuat kebijakan pencegahan dengan dukungan anggaran yang memadai. Alokasi APBD untuk program pencegahan dan penanggulangan narkotika harus ditingkatkan secara terukur, dengan melibatkan pemuda dan masyarakat sebagai garda terdepan.

“Jangan sampai kita bicara perang terhadap narkotika, tetapi anggaran pencegahan dan pemberdayaan masyarakat justru minim. Kami ingin Pemko Medan benar-benar bersih dari narkotika, bukan hanya bersinar di spanduk!” ***obs