The labor market is changing due to AI: 5 skills the younger generation needs

Latest Cuan1 Dilihat

The labor market is changing due to AI: 5 skills the younger generation needs

 

The development of artificial intelligence (AI), robotics, and digital platforms is transforming the skills required in the workplace.

To address these changes, Minister of Manpower Yassierli introduced five skills for the younger generation, summarized in the “5T” formula: Thinking, Technology, Talking, Teamwork, and Trust.

LATEST NEWS: The Ministry of Labour is transforming the BPVP to ensure that vocational training graduates are immediately employable in the job market, aiming for a 70% employment rate within the business sector

“Many qualified and competent young people will form the nation’s strength. To become a superior generation in Indonesia in the future, I have encapsulated these requirements into five key skills: Thinking, Technology, Talking, Teamwork, and Trust,” said Yassierli during the opening of the Albacadabra event at the Al Bayan Islamic boarding school in Sukabumi on Monday, October 12, 2026.

The first two skills relate to thinking and the use of technology. “Thinking” emphasizes the importance of critical thinking, fostering curiosity, and having the courage to ask questions.

“Technology” highlights the importance of understanding developments in the fields of technology, data, and AI. This skill is essential not only for students in the natural sciences but also for those in other academic disciplines.

Beyond simply understanding technology, the younger generation must also be able to use it wisely. Yassierli emphasized that while AI can assist people in processing information and searching for data, its use must still be accompanied by empathy, wisdom, and responsibility.

LATEST NEWS: From inclusive education to the labor market: a groundbreaking initiative by the Ministry of Labor prepares people with disabilities for the workforce

“Make full use of AI; it will be our partner in processing and searching for data. It can never replace humans, and successful people are those who can collaborate with AI—though its use must be balanced with empathy, wisdom, and responsibility,” emphasized Yassierli.

The next skill relates to communication and collaboration. Through ‘Talk,’ the younger generation is expected to be able to listen, convey ideas clearly, and master foreign languages.

‘Team’ emphasizes the importance of collaboration and adaptability in achieving shared goals.

These skills must be underpinned by ‘Trust,’ which is linked to honesty, responsibility, and integrity. According to Yassierli, expertise must be accompanied by strong character so that a person can be trusted to carry out tasks and make decisions.

LATEST NEWS: Ministry of Labour enhances skills of people with disabilities for the labour market

“The ability to open doors and integrity build trust. You must possess integrity and have the courage to say no when something goes against your conscience,” stated Yassierli.

With the 5T formula, Yassierli hopes the younger generation will develop into competent individuals of character, capable of making a positive contribution to society. ***rel

 

google translate

 

Dunia Kerja Berubah karena AI, Ini 5 Keterampilan yang Harus Dimiliki Generasi Muda

Perkembangan kecerdasan buatan (AI), robotika, hingga platform digital mengubah keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Untuk menghadapi perubahan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memperkenalkan lima bekal bagi generasi muda yang dirangkum dalam formula 5T, yakni Think, Tech, Talk, Team, dan Trust.

“Banyak pemuda yang berkualitas dan kompeten baru akan menjadi kekuatan bangsa. Untuk menjadi generasi unggul di Indonesia ke depan, saya merangkumnya menjadi lima bekal penting, yaitu Think, Tech, Talk, Team, dan Trust,” ujar Yassierli saat membuka acara Grand Opening Albacadabra di SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Sukabumi, Senin, 12 Oktober 2026.

Dua bekal pertama berkaitan dengan cara berpikir dan pemanfaatan teknologi. Think menekankan pentingnya berpikir kritis, memelihara rasa ingin tahu, dan berani bertanya.

Sementara itu, Tech menekankan pentingnya memahami perkembangan teknologi, data, dan AI. Kemampuan ini tidak hanya dibutuhkan siswa bidang sains, tetapi juga mereka yang menekuni bidang keilmuan lainnya.

Selain memahami teknologi, generasi muda perlu mampu menggunakannya secara bijak. Yassierli mengingatkan bahwa AI dapat membantu manusia mengolah informasi dan mencari data, tetapi penggunaannya tetap harus disertai empati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab.

“AI gunakan sebaik-baiknya, dia akan menjadi mitra kita untuk mengolah dan mencari data. Dia tidak akan pernah bisa menggantikan manusia, dan orang-orang yang sukses adalah orang yang mampu berkolaborasi dengan AI, tetapi tetap harus diimbangi dengan empati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab dalam penggunaannya,” tegas Yassierli.

Bekal berikutnya berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama. Melalui Talk, generasi muda diharapkan mampu mendengarkan, menyampaikan gagasan secara jelas, dan menguasai bahasa asing.

Adapun Team menekankan pentingnya kolaborasi dan kemampuan beradaptasi untuk mencapai tujuan bersama.

Kemampuan tersebut perlu ditopang oleh Trust, yang berkaitan dengan kejujuran, tanggung jawab, dan integritas. Menurut Yassierli, keahlian perlu disertai karakter yang kuat agar seseorang dapat dipercaya dalam menjalankan tugas dan mengambil keputusan.

“Keahlian membuka pintu, integritas membuat orang percaya. Anda harus punya integritas, berani mengatakan tidak kalau itu tidak sesuai dengan hati nurani,” ungkap Yassierli.

Melalui formula 5T, Yassierli berharap generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang kompeten, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. ***rel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar